AYO MANFAATKAN LAHAN UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING

LEBAK, Kepala Bapelitbangda Ir. Hj. Virgojanti M. Si. dan Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) mengikuti acara dengan tema “Kebijakan dan Strategi Program Ketahanan Pangan untuk Percepatan Penurunan Stunting”, melaui zoom meeting pada Kamis. (16/09). Dihadiri oleh Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Kementerian Pertanian melaksanakan acara tersebut dengan menghadirkan perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa/Kelurahan.

Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, mengamanatkan pentingnya peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai terget penurunan prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Kekurangan pangan bergizi pada ibu hamil dan anak merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam percepatan penurunan stunting, sebagaimana diatur dalam Perpres 72 tahun 2021 tersebut.

Ir. Eppy Lugiarti, MP. selaku Plt. Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, mengatakan “pendayagunaan lahan pekarangan keluarga dan tanah untuk pembangunan 3K (Kandang, Kolam dan Kebun) dalam rangka penyediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk ibu hamil, balita, dan anak”.

Menurut Agus Guntoro selaku Sekretaris Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, “pemanfaatan lahan pekarangan rumah, merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan dalam rumah tangga”. Maka itu pemanfaatan lahan pekarangan rumah akan dapat mengurangi pengeluaran belanja bulanan sehingga dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga, tidak terlalu menjadi beban masyarakat. Program ini juga untuk memenuhi pola pangan harapan masyarakat dalam rangka mengkonsumsi makanan yang bervitamin, dimana dalam melakukan pengelolaan lahan pekarangan rumah dilakukan dengan menanam berbagai aneka jenis sayuran juga tanaman obat-obatan, ujarnya.