Rapat Koordinasi Pengendalian Monitoring dan Evaluasi Bantuan Keuangan Provinsi Banten dan Dana Alokasi Khusus di Kabupaten Lebak Tahun 2020 Triwulan III

Rangkasbitung – Ditengah pandemic covid -19 Bappeda Kabupaten Lebak konsisten mengawal proses pembangunan khususnya kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Banten dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Selasa, 9 November 2020  Pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Lebak dengan dipandu moderator Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah. Participants yang hadir  saat zoom meeting sebanyak 26 pegawai terdiri dari Tim Monev serta OPD Penerima Bankeu & DAK Tahun Anggaran 2020.

Sebagaimana yang tercantum pada Struktur APBD Kabupaten Lebak TA. 2020, Dana Perimbangan yang bersumber Dana Alokasi Khusus sebesar Rp. 460.648.693.291,00 terdiri dari DAK Fisik sebesar Rp. 136.003.423.571,00 dan DAK Non Fisik sebesar Rp. 324.645.296.720,00.

Pada rapat koordinasi ini, perangkat daerah diberikan kesempatan untuk menjelaskan pprogress pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Bankeu & DAK sampai dengan triwulan III. Secara akumulatif dari data yang disampaikan perangat daerah, sampai dengan triwulan III 2020 ini progress realisasi keuangan sebesar Rp. 282.768.246.679 atau sekitar 61,38 %, sedangkan realisasi fisik mencapai 56,75%. Capaian realisasi fisik tersebut akumulasi dari pembangunan pada kegiatan bidang Pendidikan, Kesehatan, jalan, air minum, sanitasi, perumahan dan permukiman, sosial, transportasi perdesaan, pasar, pariwisata, kependudukan dan pencatatan sipil, dan industri kecil menengah.

Realisasi keuangan dan fisik tersebut masih sementara dan terus bergerak angkanya. Sebelum menutup rapat koordinasi, Sekretaris Bappeda Kabupaten Lebak menegaskan Kembali kepada Perangkat Daerah yang capaian realisasi keuangan masih rendah agar segera berkoordinasi dengan Bappeda, pihak ketiga dan stakeholders lainnya agar proyek pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Lebak.