Jajaki Peluang Investasi, Pengusaha dari Afsel Lirik Potensi Teripang di Kabupaten Lebak

Rangkasbitung – Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan video conference bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town dan Aqunion (Perusahaan budidaya kerang laut terbesar di Afrika Selatan) dalam rangka penjajakan investasi teripang di Kabupaten Lebak bertempat di Lebak Data Center, Jumat (16/10). Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, memaparkan secara langsung potensi investasi teripang di Kabupaten Lebak kepada Prof. Mohammad Karaan selaku Chairmain of the Board Aqunion.

Prof. Karaan menyampaikan bahwa membutuhkan lokasi yang tepat untuk pengembangan teripang. Titik berat yang ditanyakan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak perihal rencana investasi teripang antara lain kemudahan perizinan dalam hal regulasi salah satunya proses pembebasan lahan dan juga zonasi dalam perencanaan wilayah. Tak kalah penting juga dibahas mengenai ketersediaan infrastruktur dan kemudahan aksesibilitas untuk mendukung pergerakan orang maupun barang menuju prasarana transportasi seperti Pelabuhan dan Bandara.

Dalam paparannya, Bupati Lebak menjelaskan secara umum bahwa Kabupaten Lebak sangat potensial dan ramah investasi. “Lebak memiliki luas ketersediaan lahan dengan harga yang relatif murah dan juga fungsinya sebagai daerah penyangga ibukota DKI Jakarta yang bisa ditempuh dengan jarak 2 jam serta upah minimal regional (UMR) di Lebak paling rendah di Provinsi Banten. Selain itu juga kemudahan dalam perizinan satu pintu telah dilakukan di Kabupaten Lebak hingga keterjaminan dalam keamanan berinvestasi,” jelas Bupati Lebak. Bupati Lebak juga memastikan bahwa akan memfasilitasi seluruh perizinan dan akan berkoordinasi langsung dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Untuk peluang investasi, Bupati Lebak mengungkapkan bahwa populasi teripang di Kabupaten Lebak ada namun belum dibudidayakan. “Potensi lokasi budidaya teripang berada di perairan Wanasalam tepatnya di Kampung Kembang Ranjang, Desa Muara karena didukung sifat kimia dan kondisi perairan disana serta telah tersedianya fasilitas TPI Binuangeun dan Pelabuhan Tanjung Panto,” tutur Bupati Lebak.

Pada akhir acara perwakilan dari KJRI Cape Town mengharapkan dengan masuknya investasi tidak hanya membuka lapangan pekerjaan saja, namun juga bisa terjadi transfer knowledge ke masyarakat lokal.