Gali Potensi Fosil Kayu, Peluang Pelestarian In Situ dan Ex Situ untuk Dukung Pengembangan Geopark Bayah Dome

Sajira – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak bersama Tim Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Padjajaran (Puslit GKG UNPAD) melakukan survei untuk mencari keberadaan fosil kayu di Kecamatan Sajira, Kamis (17/9). Kepala Bappeda Kabupaten Lebak, Hj. Virgojanti, dan Ketua Puslit GKG UNPAD, Prof. Mega, ikut secara langsung dalam kegiatan survei tersebut.

Dari hasil survei ditemukan fosil kayu yang bersifat in situ di Kecamatan Sajira tepatnya daerah Sindangsari. Adapun fosil kayu tersebut berada di lahan milik Perum Perhutani. Posisi fosil kayu di lokasi, ada yang sudah terangkat karena biasanya diambil oleh masyarakat untuk diolah menjadi komoditas eskpor. Namun ada juga beberapa yang masih tertanam di bawah tanah dalam bentuk bongkahan. Penemuan fosil kayu bersifat in situ ini memberikan peluang besar pengembangan pelestarian in situ berupa wisata edukasi taman fosil kayu maupun pelestarian ex situ dengan membuat museum yang menampilkan fosil kayu hasil pemindahan dan pengumpulan dari lokasi penemuan.

“Keberadaan fosil kayu atau biasa orang menyebutnya batu sempur di Kabupaten Lebak, tentu menjadi kekhasan tersendiri dan menjadi salah satu bukti pembentukan Bayah Dome,” ungkap Prof. Mega. Hal tersebut menandakan bahwa keberadaan fosil kayu sebagai warisan geologi yang dimiliki Kabupaten Lebak perlu dijaga dengan baik melalui upaya konservasi. “Berkaca dari salah satu Geopark di Yunani yang mengangkat fosil kayu dengan membiarkannya tetap berada ditempatnya dan dijaga dengan baik. Jika bisa di Kabupaten Lebak juga dilakukan pembatasan terkait penjualan fosil kayu dan membuat museum tersendiri,” tambah Prof. Mega. Upaya-upaya tersebut sebagai bentuk pelestarian fosil kayu bersifat in situ maupun ex-situ dalam rangka mendukung pengembangan Geopark Bayah Dome yang dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, keperluan konservasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan