PEMBAHASAN LAPORAN PENDAHULUAN STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH

Berkenaan dengan salah satu amanat RPJMD Kabupaten Lebak dalam penanggulangan kemiskinan, maka pada tahun 2018 ini Bappeda Kabupaten Lebak bekerjasama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang untuk menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah.

Pembahasan Laporan Pendahuluan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah di adakan di Aula  Bappeda Kabupaten Lebak pada tanggal 10 April 2018. Acara ini dibuka oleh Kasubid Perekonomian dan Sumber Daya Alam I Bappeda Kabupaten Lebak dan dihadiri oleh dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan  Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan lain-lain.

Pada rapat pendahuluan ini dibahas mengenai pendahuluan yaitu landasan hukum acuan dan data-data indicator kemiskinan Kabupaten Lebak yang dibandingankan dengan Kabupaten Pandeglang. Tinjauan teori tentang kriteria kemiskinan menurut Susenas dan Badan Pusat Statistik dan para ahli seperti Chamber tentang Perangkap Kemiskinan. Teori lainnya tentang Lingkaran Setan serta konsep pemberdayaan masyarakat. Untuk bab gambaran umum lebih kepada karakteristik fisik serta kondisi eksisting wilayah studi. Selanjutnya untuk pendekatan dan metode adalah menggunakan analisis deskriptif, analisis efektivitas program dan analisis SWOT.

Pada sesi pertanyaan beberapa peserta rapat menanyakan beberapa hal, diantaranya yaitu dari  dinas tenaga kerja dan transmigrasi menanyakan tentang model penanggulangan kemiskinan yang cocok di Kabupaten Lebak. Dari dinas perikanan menyatakan bahwa setiap tahun ada program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat namun belum dapat mengubah mindset/perilaku masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat seperti apa yang sesuai dengan karakteristik masyarakat lebak.  Sedangkan dari dinas perindustrian dan perdagangan yaitu kebijakan pemerintah mengenai administrasi price. Juga tentang pola time food pada masyarakat dan penyertaan modal.

Tenaga ahli dari Untirta Bapak Dr. Agus Sjafari, MSi dan Kandung Sapto, S.Sos, MSi menerangkan bahwa untuk melihat keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di lihat dari indikatornya dan harus dilakukan monitoring dan evaluasi. Masing-masing program pemberdayaan masyarakat belum tentu sama  indikatornya.

Dalam penanggulangan kemiskinan kebijakan/afirmasi pembelian produk local juga sangat berpengaruh, selain itu peranan swasta dalam penanggulangan kemiskinan melalui forum Corporate Social Responsibility (CSR) dapat diberdayakan semaksimal mungkin.