Monitoring Proses Kegiatan Pembangunan Daerah yang Telah Dilaksanakan Berhasil atau Tidak yang Dirasakan Secala |Langsung oleh Masyarakat

Salah satu rangkaian dari pelaksanaan proses pembangunan daerah yaitu dilaksanakannya monitoring, dimana dengan dilaksananya kegiatan monitoring dapat diketahui bahwa suatu kegiatan berhasil atau tidak dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sebagai obyek dari pelaksanaan pembangunan.

Untuk itu sebagai tindak lanjut dari proses pelaksanaan pembangunan bidang ekonomi telah dilaksanakan kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh bidang perekonomian dan sumberdaya alam (PSDA) Bappeda Lebak, dimana obyek yang dimonitoring yaitu bidang pertanian dan industry kecil seperti yang telah dilakukan antara lain dengan tujuan ke :

  1. Kecamatan cileles

Pada tahun 2017 telah dilaksanakan kegiatan pembuatan pompa sumur dalam dengan system tenaga surya, kegiatan ini dilaksanakan oleh rekanan yaitu CV Dua Saudara dengan nilai Rp. 160.000.000,- (seratus enampuluh juta rupiah), hasil pembangunan yang telah dilaksanakan ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar, dimana menurut hasil pemantauan tim pompa yang telah di bangun kurang mendapat perawatan sehingga kurang berfungsi secara optimal, hal ini ditandai dengan kecilnya debit air yang dikeluarkan oleh pompa, oleh karena kepada masyarakat penerima bantuan dihimbau untuk selalu menjaga dan memelihara bantuan yang telah dierikan oleh pemerintah daerah.

2. Kecamatan Banjarsari

Salahsatu desa di Kecamatan banjarsari juga terdapat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang bergerak dalam kegiatan produksi sepatu yaitu di Desa Lebak Keusik, produksi sepatu yang dihasilkan masih menggunakan teknologi sederhana, akan tetapi dengan teknologi yang sederhana ini produk yang dihasilkan sudah mulai dipasarkan ke beberapa daerah di luar Kabupaten Lebak daintaranya Ke Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

Produk sepatu yang dihasilkan diberi merk “Galesik”adapun modal awal diperoleh dari hasil penyertaan modal desa pada Bumdes pertama kali penyertaan modal diberikan modal sebesar Rp 30.000.000,- (Tigapuluh juta Rupiah) kemudian pada tahun berikutnya kembali diberikan penyertaan modal sebesar Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah).

Cara yang masih tradisional menyebabkan masih sedikitnya produksi sepatu yang dihasilkan, tim menghimbau juga untuk dinas yang membidangi Usaha Kecil dapat mengintensifkan pembinaan dan menjembatai dengan permodalan.

3.  Kecamatan Gunungkencana

Pada kesempatan pelaksanaan kegiatan monitoring oleh bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam  juga melaksanakan monitoring pengembangan potensi Obyek Wisata yang dimiliki oleh daerah, salahsatunya olyek wisata yang teletak di desa Ci Caringin Kecamatan Kecamatan Banjarsariyaitu obyek wisata alam air terjun Curug Munding dimana pada tahun 2017 telah dibangun gapura menuju lokasi Curugmunding tersebut, akan tetapi akses jalan yang menuju lokasi curug munding sebdiri masih belum representative dan/jalannya masih perlu dilakukan pembangunan, direncanakan pada tahun 2018 ini akan dilaksanakan pembangunan jalan akses menuju Curug Munding, dimana nantinya dengan terbangunnya jalan ini akan meningkatkan minat dan kunjungan wisatawan untuk datang menikmati keindahan Curugmunding yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *