SEMINAR HASIL PENELITIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN LEBAK

pembangunan pemerintah saat ini. Pariwisata merupakan salah satu dari 5 (lima) sektor prioritas pembangunan 2017, yaitu pangan, energi, maritim, pariwisata, kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), begitu yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih menjanjikan prospeknya di masa mendatang terhadap pertumbuhan ekonomi tanah air. Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini akan mencapai 8.637.275 wisman dengan pertumbuhan sebesar 7,37%, dibandingkan tahun 2012 sebanyak 8,04 juta wisman. Tentunya, hal ini merupakan kabar baik bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pertumbuhan sektor perekonomian di Kabupaten Lebak yang relatif dominan adalah sektor pertanian dan sektor jasa-jasa. Permasalahan yang kerap dihadapi oleh para pengusaha/pengrajin industri kecil antara lain adalah keterbatasan pengetahuan/keterampilan dalam teknik produksi dan manajemen usaha. Padahal potensi sumberdaya alam di Kabupaten Lebak belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai akibat keterbatasan teknologi dan modal usaha serta jaringan pemasaran yang belum meluas (RPJPD Kabupaten Lebak 2005-2025).

salah satu kultur yang menarik di Kabupaten Lebak adalah adanya komunitas Baduy, selain itu hampir di setiap desa memiliki keunikan tersendiri. Oleh karena itu, menarik dikaji mengenai konteks budaya lokal yang disajikan dalam produk unggulan daerah.

Pariwisata Kabupaten Lebak : GURILAP SENI  ( Gunung,  Rimba,  laut,  pantai,  seni dan budaya) . Kabupaten Lebak lengkap potensi  pariwisatanya, wana rimba pantai gunung, seni budaya. Taman nasional Gunung Halimun Salak, sungai bentangan panjang, seni budaya ada baduy. Dikelola oleh pemerintah daerah , masyarakat serta dengan PTPN dan Perhutani.

Di Kabupaten Lebak potensi pariwisata dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata religi dan wisata buatan. Diantara potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Lebak yang merupakan wisata alam yaitu Pantai Sawarna yang terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten atau berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Serang. Di sekitar Pantai Sawarna, wisatawan bisa menikmati berbagai atraksi wisata seperti menyusuri Goa Lalay, Langir dan Seribu Candi. Wisatawan yang mengunjungi 23 obyek wisata di Kabupaten Lebak sejak Januari hingga awal pekan Desember 2016 mencapai 319.118 orang. dari 319.118 wisatawan yang berkunjung ke-23 destinasi wisata di Kabupaten Lebak sebagian besar pantai pesisir selatan dan budaya Baduy.

Kelebihan Pantai Sawarna itu karena memiliki gelombang cukup tinggi sehingga cocok dikembangkan sebagai wisata selancar. Kawasan Pantai Sawarna yang kerap menjadi tempat berselancar antara lain Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, Pantai Legon Pari, dan Pantai Pulo Manuk

Secara umum, sektor ekonomi yang dikembangkan guna menunjang sektor pariwisata di Desa Sarwana, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten masih bersifat non formal dan swadaya. Terutama untuk industri rumahan seperti produk jamur, khususnya jamur merang. Ini secara alamiah saja karena didukung oleh geografis dalam bidang pertanian. Limbah sawah dimanfaatkan sebagai bahan untuk produksi jamur.

Selanjutnya, terkait kontribusi pemuda dalam mengembangkan wisata pesisir melalui sektor ekonomi kreatif guna mengangkat citra wilayah Desa Sarwana, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten didapati bahwa kontribusi belum dapat dijadikan andalan, karena belum terstruktur secara baik dan tidak permanen. Di samping itu, upaya pemikiran inovatif dari pemuda tidak ada. Secara kultural mereka tidak menjadikan geografis pantai sebagai potensi meningkatkan ekonomi secara profesional.

Selanjutnya dari segi kolektifitas ataupun kerjasama diantara para pemuda dalam berkontribusi guna meningkatkan dan mengembangkan industri pariwisata di Sawarna, pada awalnya mereka masih cenderung baerjalan sendiri-sendiri dan belum berorientasi pada kemjuan bersama. Sehungga hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan memerlukan keterlibatan pemerintah daerah.

Faktor-faktor yang dapat menghambat peningkatan ekonomi kreatif masyarakat sekitar diantaranya :

  1. Rata-rata tingkat pendidikan yang rendah setingkat Sekolah Menengah Pertama, misal pesantren salafiyah. Sehingga pemahaman mengenai pengembangan ekonomi sebatas pemahaman turun temurun
  2. Sikap mental sebagai petani tidak mendukung industri pariwisata. Pantai, bagi mereka, bukanlah sesuatu yang memiliki potensi ekonomi. Wilayah pantai tidak dipandang sebagai potensi utama dan bersinergi dalam membangun ekonomi kreatif.
  3. Budaya masyarakat yang tidak menjadikan kawasan pantai sebagai mata pencaharian dasar, yang ada spontanitas alamiah yang tidak berstruktur.

Selain beberapa hal yang menjadi penghambat seperti disebutkan diatas, terdapat juga hal yang mendukung dalam perkembangan ekonomi kreatif seperti aktivitas yang didasarkan pada spontanitas dan kondisi alamiah yang terdapat di wilayah Sawarna dan daerah-daerah wisata lainnya yang masih memerlukan pendampingan atau keterlibatan dari unsur pemerintah daerah karena daerah tujuan wisata memerlukan sebuah tata kelola yang berkelanjutan.